Pemasangan Pembumian Grounding

Pemasangan Pembumian Grounding


Pemasangan sistem pembumian atau yang lebih dikenal dengan grounding adalah sebagai instalasi pengaman dari arus lebih yang berbahaya bagi manusia maupun peralatan elektronik. Persyaratan nilai grounding dari suatu instalasi adalah </= 5 ohm, hasil tersebut merupakan standar nasional untuk grounding. Standar lain pada suatu sistem grounding yaitu spesifikasi material untuk kabel penghantar, yaitu memiliki luas penampang >/= 50mm2. Sehingga dua hal tersebut yang menjadi acuan dan standar awal untuk pemasangan sistem grounding. Acuan dan standar di atas dipergunakan untuk seluruh jenis sistem pembumian yang ada. Tetapi spesifikasi hasil grounding biasa ditentukan oleh pihak customer, dengan berbagai alasan dan kepentingan.

Pemasangan Sistem Pembumian
Pemasangan Sistem Pembumian


Pemasangan sistem pembumian dan grounding perlu diperhatikan tujuan serta fungsinya. Untuk jenis pembumian sendiri terdiri beberapa macam kategori yang disesuaikan dengan metode masing - masing. Walaupun banyak jenis dan macamnya, hal terpenting dari sistem pembumian adalah standar nilai resistan pembumian grounding. Mengacu pada fungsi utamanya yaitu pembumian yang di buat dengan tujuan menghubungkan suatu rangkaian yang tedapat faktor kelistrikan di dalamnya dengan media bumi. Pemilihan bumi bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan bumi media netral, serta paling aman dan efektif dari segi teknis. Dengan menggunakan media bumi yang tidak terbatas, membuat berapun nilai kebocoran arus yang terjadi bukan menjadi masalah.


Metode pembumian ialah pencapaian resistan pembumian dengan nilai seminimal mungkin hingga mendekati 0 ohm. Hal ini dilakukan karena mengacu pada rumusan nilai arus akan berbanding terbalik dengan nilai resistan pembumian (grounding). Dengan nilai resistan pembumian yang sangat kecil juga mempengaruhi kecepatan hantar arus bocor. Hal ini perlu perancangan sistematis untuk pemasangan pembumian grounding yang tepat sasaran, karena berhubungan dengan komponen elektronik yang memiliki detail spesifikasi kelistrikan yang sangat berpengaruh.

Pembumian Penangkal Petir
Pembumian Penangkal Petir


Pembumian dan grounding pada suatu instalasi kelistrikan terdiri dari beberapa material seperti, kabel BC 50mm (minimal), pipa besi, busbar connector, skoen klem, copper rod, bentonit dan lainnya. Material tersbut merupakan rincian material penyusun sistem pembumian. Tetapi material yang disebutkan di atas tidak semuanya digunakan, sehingga tergantung akan spesifikasi material dari instalasi pembumian yang diharapkan. Hanya material standart yang umum digunakan seperti kabel BC, copper rod dan pipa besi. Sebagai informasi penting untuk diketahui, pembumian untuk pemasangan penangkal petir tidak diperkenankan untuk disatukan (join) dengan instalasi pembumian lainnya, dengan kata lain harus berdiri sendiri. Hal ini menjadi peringatan keras dikarenakan telah diatur dalam perundangan tentang pengawasan instalasi penyalur petir. Penjelasannya adalah dikawatirkan loncatan arus induksi yang belum terbumikan dengan sempurna menyambar dan mengalir ke instalasi lainnya, sehingga menimbulkan efek yang merusak.

Pembumian Tidak Standar
Pembumian Tidak Standar


Hasil dari sistem pembumian grounding dipengaruhi oleh resistan tanah pada daerah tersebut. Untuk nilai resistan tanah dapat dilihat dari unsur dan jenis tanah, lebih detailnya dapat dilakukan pengukuran langsung menggunakan alat ukur. Semakin besar nilai resistan tanah maka semakin besar juga hasil sistem pembumian yang diperoleh. Untuk hasil sistem pembumian di atas 5 ohm, maka perlu untuk disusutkan lagi sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan. Semakin kecil nilai resistan grounding, maka semakin baik dan terjamin efektifitas sistem pembumian tersebut.